Baru baru ini telah terjadi hal yang dahsyat di ITB. Si dahsyat ini membuat Tamansari dan sekitarnya macet, si dahsyat ini juga membuat rektorat khawatir, si dahsyat ini membuat kampus ITB menggelegar oleh suara dan semangat membara.
Sebenarnya, bukan karena itu semua ia disebut dahsyat. Sungguh ia dahsyat karena lahirlah jiwa-jiwa baru pembangun bangsa ini, semangat-semangat baru berkarya untuk negeri ini, dan tangan-tangan baru pembela Indonesia…tangan-tangan wisudawan ITB. Tanggal 19 Juli 2008
Waktu berlalu demikian cepat, tak terasa sudah hampir genap dua tahun saya di ITB. Di panggung itu diesbutlah nama-nama mahasiswa yang telah memenuhi kualifikasi kelulusan. Di panggung itu terlihat wajah-yang berseri-seri, puas, dan bahagia. Siapa yang tak ingin lulus walau tentu sangat sulit berpisah dengan kampus tercinta, siapa yang tak ingin cumlaude walau tentu pengalaman selainnya tak kalah berharga dan saya pun ingin meraih semuanya. Waktu itu berjalan tanpa ragu dan perlu melihat ke belakang, telah dua tahun dan semoga tinggal dua tahun lagi…Saya, Anda, dan semua yang berharap demikianlah insyaAllah yang ada di panggung itu, dengan wajah berseri-seri lagi puas atas pencapaian, siap membangun Indonesia kita.
Berhentilah sejenak membayangkan, karena kerja-kerja itu adalah hari ini, saat ini, detik ini. Puas itu tidak dibangun dengan dusta dan bohong, bahagia itu tidak dibangun dengan malas (Astaghfirullah…), tapi ia dibangun dari kerja keras yang cerdas di tiap kesempatan.
Maka ikrarkanlah dalam hati ini, Akulah yang akan berdiri kelak dengan penuh syukur, puas, bahagia siap berbakti, Akulah solusi bagi bangsaku, Akulah jawaban dari doa rakyatku-saudaraku, Akulah yang memberi kemanfaatan terindah bagi semesta raya dengan kerja kerasku yang cerdas SAAT INI (Amiin..)

COMMENTS!!!