Udah lama tak menulis, tapi topiknya masih bersambung.
Entah kenapa untuk saya, pembicaraan sayang sebagai salah satu alasan utama pendidikan begitu menyentak dan menusuk relung hati. Seolah-olah tak pernah terbersit sebelumnya, termakan oleh omongan melangit tentang tujuan-tujuan teoritis pendidikan/kaderisasi dan parametrisasi keberhasilan kaderisasi.
Entah kenapa masih ada senioritas “tahpapa” di sekitarku, di HME-ku, di-ITB ku, atau mungkin di-Indonesiaku. Tentu tak semua senior begitu, saya pun bertekad tak ingin begitu. Tak ingin menjadi senior yang dengan mudah menekan, ngerjain adik-adiknya, mencemooh, merendahkan, dsb. Tak ingin menjadi senior yang berlindung di balik kata-kata dengan niat mulia dan cinta, mendidik tanpa rasa cinta dan sayang. Tak ingin, sungguh tak ingin. Didasari dengan tak terbayangnya jika yang berada disana adalah adik-adik kandung saya sendiri yang benar-benar saya saksikan bagaimana sulitnya orang tua dan keluarga mendidik mereka sebelumnya, menghidupi, lalu sekonyong-konyong dirusak dengan doktrin-doktrin aneh nyeleneh weleh-weleh.
Masa depan akan terdiri dari 2 kelas bangsa saja. Bangsa penguasa dan bangsa welcome…bangsa keset…bangsa budak. Jadi ada bangsa penguasa dan budak, demikian jelas Pembina HME-ku. Dimana kita? apa posisi Indonesia kita? Tentu kita tak ingin menjadi bangsa keset yang diinjak-injak. Pendidikan katanya kunci, dan jika benar, alangkah sedinya. Kenapa harus sedih? Karena mungkin kitalah yang dididik menjadi budak, atau selanjutnya kita yang mendidik adik-adik kita menjadi budak. Lihatlah bagaimana adik-adik itu disuruh bergaya aneh2, disuruh membuat tugas yang tak jelas ujungnya, dimarah-marahi, disuruh macem-macem tak karuan. Dan lihatlah lebih jauh, bukankah kita sering berkata bahwa kalian, adik-adikku adalah masa depan bangsa ini, masa depan bangsa Indonesia. Maka, lihat lagi, siapa yang menjadikan bangsa ini bangsa BUDAK?
Astaghfirullah, wa Na’udzubillah min dzalik.

“kalau kita menganggap mahasiswa baru sebagai adik, pandangan kita akan beda, feel-nya pasti beda!!”
mengutip kata2 orang sakti.
gitu deh rof.
btw,sekalian promosi blog.hahaha…
Setuju rof.. seharusnya kita menganggap mereka sebagai teman seperjuangan ya.. bukan sebagai objek untuk diinkal injak..
Siapa yang bilang kami (SWASTA) menginjak2 ?? dan kenapa hanya BERANI BICARA dalam BLOG (yang notabenenya TIDAK smua SWASTA akan membacanya). Apa ini cara seorang PENGECUT mengungkapkan pendapatnya??
Kenapa anda HANYA bisa melihat smua itu dari sudut pandang:
1. Tugas yg tidak jelas ujungnya
2. Gerakan yg aneh2
3. Perbudakan
?????
Apa anda TIDAK SADAR kalau alam dan kehidupan NYATA selalu berusaha MENGINJAK2 dan MEMPERBUDAK kita disaat kita melangkah untuk suatu tujuan??
Satu yang harus anda ingat. Saat kehidupan nyata melakukan itu smua pada kita, tidak ada kata KOMPROMI.
Selanjutnya KOMPARASIKAN dengan kegiatan yang kami lakukan.
Smuanya penuh dengan kompromi. Bahkan TERLALU banyak kompromi.
Apakah kehidupan nyata akan memberi semua KELONGGARAN itu?? TIDAK!!
Untuk kasus HME sendiri, silahkan anda telusuri kisah kaderisasinya. Boleh dibilang angkatan saya terakhir yang mendapat kaderisasi “bergaya lama”. Dan silahkan bandingkan kekompakan, kebersamaan, dan rasa kepemilikan HME antara angkatan 2004 keatas dan 2005 kebawah.
Saya merasa JELAS tidak suka saat diperlakukan oleh senior2 ketika saya mengikuti kegiatan kaderisasi. Banyak hal yang tidak logis. Tetapi saya merasakan JELAS manfaatnya. Memang tidak semua nilai yang senior2 saya ajarkan dapat saya lakukan.
Menurut saya, TOLONG jangan “menghakimi” suatu sistem, jika anda tidak pernah masuk ke dalamnya.
Saya bicara seperti ini, karena saya tahu tahun berapa anda masuk ITB, tahun berapa anda dilantik menjadi anggota biasa HME. Dan ditahun2 itu, Anda TIDAK mendapat pendidikan yang sama seperti angkatan 2004+ke atas, 2005, 2007, dan 2008.
Untuk perkataannya, saya ucapkan TERIMA KASIH.
Mungkin tulisan anda, adalah bentuk TERIMA KASIH anda yang dilayangkan untuk para swasta yang ada pada malam itu (yang notabenenya DIUNDANG oleh anda selaku panitia)
Semakin banyak wawasan, semakin bijak seseorang. Terima kasih banyak atas perhatian dan kepedulian Eja. Dengan cara pandang yang berbeda dari dalam sistem itu sendiri telah memberi input tersendiri bagi diri saya.
Sungguh tulisan ini tidaklah dibuat untuk menyoroti sekadar masalah malam itu, ini diilhami dari pembicaraan dengan dosen pembimbing HME tentang paradigma kaderisasi keseluruhan.
Telah tertulis bahwa tidak semua senior seperti itu, dan saya yakin dengan kepedulian Eja ini telah menunjukkan bahwa Anda datang dengan niat baik yang sesungguhnya dengan tujuan sehakiki-hakikinya.
Kami sangat berbangga dan terhormat ketika senior-senior kami membuat TOR, TekLap, dan briefing yang sangat dedikatif, bertujuan, dan mantablah.
Mungkin kami hanya kaget dengan kejadian di lapangan (kami memang belum pernah mengalaminya) dan ternyata memang tidak sesuai rencana, paling tidak ada 2 kegiatan yang dihilangkan.
Sekadar info, kamipun mengambil feedback dari sasaran kegiatan. Ada yang mampu mengambil nilai positif, namun tidak sedikit juga yang merasa ada dampak negatif. Secara pribadi saya mendengar senior yang memang datang untuk “ngerjain-ngerjain merekalah”.
Terlepas dari itu semua, seperti yang terungkapkan di halaman About blog ini “Apapun itu, biarlah terbiasa bersahabat, terbuka, berbagi, dan memberi arti menjadi keindahan yang membingkai hidup kita.”
Semoga ini menjadi keterbukaan yang bermanfaat bagi kita semua, tentunya kita menginginkan yang terbaik bagi diri kita (dengan tetap silaturahmi), bagi HME, dan bagi Indonesiana…
Salam semangat!!
huhuhu.. mo ikut ngeflame..
tapi saya mah orangnya kalem..
mungkin,, yang saya tangkep,, kekecewaan pada malam swasta bukan karena pada metode lama yang dilakukan oleh kakak2 swasta,, yang mungkin pada zamannya cukup atau mungkin sangat ampuh, sehingga oleh kak Eja dianggap sebagai sesuatu yang baik..
jujur,, saya sebagai anggota panitia,, [walopun saya mah level bawah] merasa miris pas ngeliat keadaan malam swasta,, kenapa? well, alasan saya simple.. bukan karena metode lama yang masih dibawa-bawa,,
tapi,,
lebih karena, sebelum malam swasta diadakan,, konten [seharusnya] dari malam swasta sebenarnya sudah lebih dulu disepakati akan seperti apa.. dan itu dibuat oleh swasta2 sendiri..
bahkan.. sewaktu kontennya dipersentasikan di hadapan panitia,, panitia sampai terkagum2 dan bingung,, gmn caranya bikin acara pelantikan yg lebih menarik dari konten yg dipresentasikan oleh swasta?
satu hal yg saya sayangkan adalah,, bahwa konten yg disepakati itu ternyata belum tersosialisasikan sepenuhnya ke tangan para kakak2 swasta..
entah penyampaian yg kurang, ato mungkin jadwal sebagian besar swasta yg terlalu sibuk di siang/sore hari / 30 menit sebelum malam swasta dimulai,, tapi jelas..
dari kejadian yang terjadi,, yg saya tangkap,, sebagian swasta yang mengikuti malam swasta tidak mengetahui konten yang harusnya disampaikan..
yah, saya harap kejadian tsb terjadi benar2 hanya karena konten malam swasta tidak tersosialisasikan sepenuhnya.. karena kalo sampai kejadian tsb terjadi walopun konten malam swasta sudah tersosialisasikan sepenuhnya,, sungguh sebuah ironi kan? ketika kita membuat suatu gagasan, tapi kita sendiri yang menghancurkannya.. lantas apa yang sudah kita pelajari?
hmmm, berhubung saya mah ga kuat buat ngetik panjang2 :
yasud, dah lewat, jadi sekarang kita dah lumayan ngeh nih buat selanjutnya (baca : 2008)..okeh2?
semua orang butuh bersosial, karena semua orang butuh terdidik entah lewat pendidikan di belakang meja belajar atau dri ngobrol2 dan pengalaman. dengan bersosial orang bisa terdidik..
pendidikan itu selalu mengajarkan yang bertujuan untuk mensejahterahkan sesuatu komunitas tempat org itu berada, oleh krna itu suatu komunitas pasti melakukan pendidikan ke anggota barunya..jaman berubah, berubah juga cara mendidiknya, namun tetap ke satu tujuan, mendidik..
cara paling tepat dalam mendidik ade – ade kita kelak adalah, cobalah untuk memposisikan kita sebagai panutan, dri tingkah laku tau perkataan..(sok keren ya gw,,hehe)..
bangsa ini kalo mw di bilang bangsa budak, mungkin ada benernya juga, orang2 kita jadi buruh pabrik merk dagang luar di negri sndri dengan upah yang sangat kecil,,
lalu ITB, ITB sekarang berpikir bagaimana menjadikan lulusan2nya bisa mudah dalam memperoleh pekerjaan, bukan berpikir bagamana lulusan ITB bisa membuat lapangan pekerjaan di Indonesia..
Wah2… sudah dicomment balik ternyata.. makasih2…
jadi begini, bukan sok2an ato narsis.. gw waktu kaderisasi untuk anak2 2005 jadi korlap. Dan pastinya, gw ngalamin malam swasta. Dimana sebelum hari H malam swasta itu, gw,danlap2,koordinator2, bahkan ampe ktua kaderisasi (eenk 2003) ikut rapat bareng swasta untuk nyusun teklap mlm swasta. bahkan waktu itu teklap swasta ada namanya sendiri (yg dibuat ama swasta, tp gw lupa apa gt namanya. kerenlah!!). Kumpul ama swasta kalo ditotal makan waktu sminggu. Isi teklap swastanya waktu itu keren juga. TAPI… ya tetep,pas hari H, banyak “distorsi” dari swasta2 yg gak pernah ikut kumpul dlm kurun waktu sminggu itu. Bayangin yg kumpul paling belasan, yg dateng ampir 40 (menurut koordinator swasta waktu itu). Gimana lg, mo gw korlap kek, ato apa kek.. ya susah ngaturnya. Jadi, ya terpaksa pasrah..
Tapi waktu itu, gw biarin aja distorsi itu terjadi, karena gw yakin swasta2 yg dah lbh lama megang HME drpd gw (yg waktu itu baru 1,5 taun di HME) lbh ngerti gmn cara men”treatment” para calon anggota baru HME, dan pasti tujuannya BAIK. Emang si, di dlmnya lbh banyak terjadi “hal-hal aneh” dibanding yg tjadi waktu mlm swasta 2007.
Ya, intinya dr cerita pjg lebar dan bertele2 ini.. sosialisasi antar swasta emang kurang, gw akui. Dan swasta2 yg gak dateng nyusun teklap gw rasa karena alasan TA (sebagian besar), dah nyebar kmn2 ama urusannya masing2, dll. Tp pas denger mlm swasta, smua dateng.. biasa, pgn tengok2 bibit baru HME.. hehe..
btw, sory kalo kata2nya kurang keren ya di comment ini. gw gak jago nyusun kata2 keren. haha!!
yawes, titip2 aja HME-nya.. terus dibangun, jgn dirusak.. OK?!!
OKE CHAMP?!!! ELEKTRO..ELEKTRO..ELEKTRO..!!!
ELEKTRO!! WE CAN FIGHT!!!!
(terakhir.. mohon doanya.. untuk TA saya… hehe)
Mw mengklarifikasi..
Jangan ngomong soal budak2an lah,,terlalu ekstrim.. Gw punya adek,di perminyakan trisakti,angkatan 2007.. Ospeknya staon.. Nah gw nanya sm dy, “nyet,ospek lo gmana?”. Dy jwb,”kacau bang”,pokoknya lebih sadis drpd gaya lama yg dianut elektro sndiri. Nah,gw nanya,”tp ada yg bsa lo ambil” Adek gw jawab,”ada lah nyeet,,pasti!”.. Gw pas denger,gak lgsg teriak perbudakan,padahal itu adek kandung gw sendiri,,waktu kcil sering mandi bareng,justru gw bangga..
Jadi gini,METODEnya mw kaya apapun,,seorang budak tetep bakal mental budak.. Tpi pemenang,,METODEnya mw pembantaian,mw perbudakan ky gmanapun,,bakal jadi lebh gemintang(ciaaaa,AFI!!).. Gtu,emas itu dibikinnya dibakar dolo(bener gak ya?).. Makin panas,makin jadi emasnya.. Ga bakal jadi perunggu kok,,santai aja.. Itulah knapa ok champ,,gtu,,bkan asal yell aja,ada filosofinya..
Swasta itu niatnya mendidik kok.. Soal gaya lama,,kita ga bkal tiba2 mngusung metode yg blum terbukti.. Itu udh diuji dri angkatan keangkatan,putus di 2004.. Lagian jangan bilang itugaya lama lah,,masih jauh bedanya coi.. Not even close..
Rof,dblog lo lo nulis gini,”lalu sekonyong-konyong dirusak dengan doktrin-doktrin aneh nyeleneh weleh-weleh.” Itu ngrefer kmlam swasta kan? Boleh tau gak rof SIAPA yg ngdoktrin ngrusak? Boleh tw gak DOKTRIN NGRUSAKNYA apa? Biar gw yg nghadepin langsung,,asal lo bsa tanggung jawab sama apa yg lo tulis..
Nah ini jg lo yg nulis,”Lihatlah bagaimana adik-adik itu disuruh bergaya aneh2,” itu semua ada tujuannya jg rof,biar swasta dan 2007 makin akrab,,gtu.. Toh mereka ktawa2 aja kok,rofinya aja yg cmberut..
Bgitu,,jdi niat kami baik kok..
@Eja:
Amiin, smoga dimudahkan menyelesaikan TA, diberi hasil yang terbaik, dengan proses terindah…
Mungkin emang saya aja yang terbebani konsepsi-konsepsi yang telah duluan dijanjikan kepada 2007 dan kepada pembina HME, jadinya ga tenang pas ada metode yang berbeda. Mungkin juga karena sharing ini baru muncul sekarang dan di blog…
Tugas berat untuk kami dititipi segudang potensi dan kesempatan dalam HME, tapi kami akan berusaha yang terbaik. Tentu juga dengan bantuan abang/akang/teteh/kakak/sodara-sodara kami tercinta, asalkan komunikasi dan kebiasaan saling terbuka, bersahabat, dan memberi arti ini tetap terjalin.. Harapan besar untuk HME dalam satu padunya unsur pendukung HME.
Sekali lagi terima kasih banyak atas input, perhatian, dan kepedulian yang diberikan. Saya juga mohon maaf atas semua salah dan khilaf. Mohon doanya juga…
@Philip
Pertama, terima kasih bang udah mau comment dan perhatiin kaderisasi, HME, dan elektro.
Ide mengenai budak dan penguasa itu muncul dari pembicaraan dengan terlalu swasta Pak Nanang tentang kaderisasi secara umum di ITB, yaa elektro termasuk.. Untuk saya, ini hal yang mengejutkan dan mengagetkan, yang kepikir…iya juga ya… Ide ini bukan murni dari diri ini, tapi sy sepakat.
Mengnai metode, ada mekanisme feedback peserta terhadap malam itu.. Ada yang bisa mengambil makna, ada juga yang merasa kurang berkenan, yaa jadinya relatif.. Selain itu sy juga mendapati seorang oknum yang memang taunya malam itu untuk ngrjain aja, tapi cuma seorang yang jelas sy tau…memang tidak bisa menggeneralisasi.
Lagi, saya pernah bercerita mengenai konsepsi kaderisasi kepada 2007 dan Pak Nanang, ada sense tanggung jawab juga disana dan ketika mengetahui ada oknum yang berpikiran demikian, tentu saya jadi khawatir…dan cemberut hehehe.
Maaf ya atas segala salah dan khilaf
Yaa finalnya, thnx berat udah ada jalur komunikasi yang terbuka, membangun dan bersahabat, semoga ini tetap terjalin demi kebaikan kita semua, HME kita bersama.
untuk dek rofi.. (ciaaa.. “DEK” )
Sebaiknya.. apa yg kita bicaraken di dlm blog ini, dicatat baik2.. baik yg baik atopun yg buruknya. Yg pasti, pembicaraan kita2 ini berguna untuk “menyambut” adek2 2008 ntar..
terima kasih untuk doanya akan TA saya.. semoga diijabah.. amien…
everybody in HME says :
PRO SENIRO HORMATO ELEKTRO GRAKO!!!
and we will always say :
VIVATO HME!!!!
V
I
V
A
T
O
H
M
E
K
U
bin bin… tujuan pendidikan itu memanusiakan manusia… hehe. cuma mu ngeramein ajah.
VIVATO HME!!