Hukuman materi?..alistik?

4 12 2008

Hei kawan, kita telah sepakat untuk bersama.

Kita semua tahu kita seperti ini hanya karena kita punya tujuan bersama.

Ayo kita susun langkah bersama untuk mencapai tujuan kita.

sebagai salah satu metode, mari kita bentuk peraturan-peraturan untuk sama-sama menjaga diri kita agar kesatuan kita utuh. Agar setiap pihak mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif, agar kebersamaan ini sinergis dan dinamis, tidak destruktif dan sia-sia.

Isi peraturannya, setiap ini harus begini begitu, pada kegiatannya harus ini dan itu, setiap publikasi harus ini dan itu, rapat pun demikian ga boleh ini dan itu. Ok, peraturan sudah siap.

Kemudian kita pahami bahwa peraturan ga kuat kalo g ada sanksi. Setiap yang melanggar ini harus itu, yang melanggar ini-2 harus itu-2, yang melanggar ini-3 harus itu-3, ini-n harus itu-n..sampai yang melanggar ini-u harus bayar itu-u sejumlah-u untuk setiap -u…UuUuuu

Ada yang bilang kalo keberatan dengan sanksi, yaa jangan ngelanggar. Hm ya iyalah masa’ ya iya donk. It;s obvoius and obviously it’s not the problem. Some other people said that rules shape mindset, but it’s not only rules that does that, punishment does too. That’s why it’s not only rules that’s important, the defining of punishment is also important..

Bukan cuma peraturan yang harus ditentukan dengan serius penuh pertimbangan, tetapi juga sanksi yang ditentukan harus penuh dengan pertimbangan dan pemikiran .Kenapa? Karena keduanya membentuk mindset.

Kembali ke harus bayar UuuUuU, maka bisa diperkirakan sesorang akan melakukan sesuatu untuk uang, materi, dsb. Ini sangatlah berbahaya, kenapa? karena sekali lagi banyak hal yang tidak kita sadari memengaruhi kita, bahkan membentuk pola pikir kita (silakan baca tulisan sebelumnya http://tmroffi.wordpress.com/2008/11/29/pendidikan-materi/)

Sanksi ini akan membuat jera hanya jika uang menjadi benar-benar berharga bagi seseorang. Ini adalah ketidakadilan ekonomi. Hanya akan terasa jera bagi kalangan ekonomi tertentu, bagi yang lainnya, jumlah yang sama, tidak berasa. Lain halnya ketika dilakukan sistem progressif yang menyesuaikan pada keadaan setiap individu. Namun tetap saja, sistem ini masih membentuk pola pikir materialistik.

Hmmm… semoga tangan-tangan ini tidak turut serta mencipta sifat-sifat menuhankan materi dan uang yang mungkin menjelma menjadi koruptor-koruptor dan maling perusak bangsa. Ingin rasanya tangan-tangan ini membentuk sifat-sifat yang membangun bangsa dan negara, SOLUTIF! walau kecil mulai saat ini.


Actions

Information

One response

4 01 2009
Wahyu Fahmy

Rof, dapet hadiah spesial dariku di: http://fahmy319.wordpress.com/2009/01/04/16-random-things-about-me/

Hehe….

Leave a comment