Marka atau batas?

25 01 2009

rubber-orange-field-marker-game-cone-28-inchesJalan raya yang baru saja dibuat biasanya masih polos, tidak ada tanda sama sekali. Kita yang menggunakan, harus ekstra hati-hati.
Ketika diberi tanda pada jalan tersebut, maka paling tidak ada dua cara orang memandang. Cara pertama adalah seseorang akan melihat tanda tersebut sebagai petunjuk yang akan membimbingnya di jalan itu agar tidak keluar jalur dan celaka. Cara kedua adalah seseorang akan melihat tanda itu sebagai pembatas yang mengkungkung kebebasannya..
Mana yang Anda pilih?

Tentu saja berlaku bebaslah di jalan itu tapi jangan sampai keluar jalur dan celaka..berlaku bebaslah di jalan itu selama kita masih berada pada petunjuk2 yang benar..

Begitu pula dalam kehidupan. Sebagai manusia Indonesia yang beragama, kita semua telah memiliki marka dan petunjuk dalam hidup. Mungkin saja ada orang yang tidak setuju dengan hal ini. Dengan analogi seperti di atas kita dapat lebih memahami orang-orang yang berseberangan pendapat. Mungkin saja orang-orang yang tidak setuju itu melihat marka kehidupan sebagai pembatas kebebasannya. Bagaimana dengan kita?

Tentu saja marka tidak serta merta mengikat kebebasan hidup. Marka ada agar kita mampu menjalani kehidupan dengan baik dan benar terhindar dari celaka. Jadi, bebaslah berkehidupan selama berada dalam petunjuk kehidupan itu sendiri…

;terinspirasi setelah melihat tayangan Mario Teguh Golden Ways


Actions

Information

Leave a comment