First You build your character, then what??

19 04 2009

Setelah lama tidak memiliki waktu untuk blogging, akhirnya hasrat itu datang kembali. Saya pun melihat-lihat kembali halaman blog saya, hmm.

Banyak orang yang menyuarakan pendidikan sebagai pembangunan karakter bukan sekedar penambahan wawasan serta kompetensi. Banyak institusi pendidikan yang memasukkan pengembangan karakter sebagai tujuannya, termasuk ITB. Namun apa sebenarnya yang membuat hal ini begitu penting?

Bagi Saya pembangunan karakter adalah proses yang memberi kesempatan bagi setiap orang untuk memaknai kehidupannya masing-masing. Proses ini membuat orang mampu membuka wawasan dan membuat daftar pilihan-pilihan yang akan diambil dalam hidupnya. Bukan seperti air yang mengalir begitu saja dan tiba-tiba tersadar, “Oh, saya sudah terlalu tua”, “Wah, saya ternyata tidak memiliki kawan”, atau “Saya pergi ternyata tak ada yang peduli”. Tentu ini tidak berarti bahwa saya menentang filosofi berpikir mengalir seperti air yang cukup populer di selebriti tanah air, namun perlu ada penyeimbangan antara menjalani pilihan dalam hidup sepantasnya semaksimal mungkin dengan mengetahui bahwa pilihan dapat dibuat dan kita dapat memilih.

Pembangunan karakter menjadi penting karena ini adalah hal yang menyangkut kehidupan. Memang setiap orang di dunia punya kehidupan, ada banyak kehidupan, tidak istimewa. Tetapi lihtalah kembali, bukankah setiap orang hanya memiliki sebuah kehidupan? Bukankah setiap kehidupan menjadi istimewa. Bukankah mengetahui untuk apa kita hidup dan bagaimana pilihan untuk menjalaninya juga menjadi penting?

First you build your character then your character builds you. Petuah menarik yang saya temui banyak benarnya. Dalam hal ini karakter adalah pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan setiap harinya. Membuang sampah pada tempatnya, menghemat listrik, menjaga tutur kata, menghargai perasaan lawan bicara, mengapresiasi orang yang telah membantu kita, beribadah dengan taat, adalah diantara hal yang membentuk watak serta karakter. Maksud nasehat ini adalah ketika kita membiasakan hal-hal baik maka sesungguhnya kita telah menjadi bagian dari kebaikan atau kebaikan telah menjadi bagian dari diri kita. Ketika dibawa ke ranah sosial, maka kebiasaan yang kita lakukan akan menjadi kendali sosial yang akan dilakukan oleh lingkungan kita. Akan ada banyak orang yang mengingatkan dan menasehati ketika kita bertindak di luar kebiasaan kita. Jika Anda tidak pernah berkata kasar kemudian suatu ketika Anda berucap kasar tentu orang-orang akan bereaksi dengan tatapan terkejut, mengernyitkan dahi, pandangan penuh ingin tahu, hingga mengingatkan langsung bukan? Inilah kendali sosial yang turut membangun diri kita, dibangun juga oleh karakter yang kita bangun.

Begitupun saat ini, termotivasi untuk menulis kembali akibat melihat tulisan-tulisan dari kebiasaan yang pernah saya bangun… First You build your character and then your character builds you


Actions

Information

Leave a comment