Alkisah ada sebuah perusahaan sabun mandi yang menerima keluhan dari konsumennya. Konsumen perusahaan ini mengeluhkan kotak sabun mandi yang dibelinya kosong. Tidak ada sabun mandi di dalam kotak sabun mandi tersebut.
Sebagai perusahaan yang baik, perusahaan ini langsung mengevaluasi sistem produksi yang dimilikinya dan berusaha keras mencari solusi yang terbaik. Dibentuklah dua tim untuk mencari solusi secara independen. Tugas dari tim ini adalah memperbaiki sistem produksi yang ada sehingga tidak ada lagi kasus-kasus kotak sabun kosong.
Tim pertama rapat dan memutuskan untuk membuat sebuah alat canggih pemindai sinar x yang mampu “melihat” ke dalam setiap kotak sabun. Alat ini dipasang sehingga setiap kotak sabun yang diproduksi dapat dipastikan keberadaan sabun di dalamnya.
Sementara itu, tim kedua melakukan hal yang berbeda. Bukan dengan alat canggih yang mahal, tim kedua menawarkan solusi hanya menambahkan sebuah alat elektronik yang lazim terdapat di rumah. Kipas angin! Ya dengan kipas angin masalah kotak sabun ini bias selesai. Sebuah kipas angin akan diletakkan di alur produksi sabun sehingga kotak-kotak sabun yang kosong akan tertiup dan terlempar dari jalur produksi karena ringan. Sederhana, murah, mudah, solusi yang indah bukan?
Suatu masalah, apapun itu pasti diikuti dengan solusi. Tantangan bagi kita adalah mencari solusi terbaik. Cerita di atas menggambarkan kepada kita pentingnya pola-pola pikir di luar kebiasaan yang tak terjebak di dalam kompleksitas masalah dan perumusan teknis. Berpikir “out of the box”. Inilah yang sering diserukan untuk mengajak berpikir di luar pakem, di luar kebiasaan, di luar alur solusi konservatif.
Jadi, tersenyumlah dan segera keluar dari kotak masalah Anda!
(Ditulis kembali setelah terinspirasi dari sebuah email, Jakarta 060910)