Inspirasi??

29 01 2009
Terinspirasi dari blog sahabat http://therodjani.wordpress.com/2009/01/29/role-model/

Inspirasi!

11_12_53-electric-light-bulb_web

Kata ini seolah menjadi sesuatu yang menyegarkan di tengah penatnya pemikiran. Inspirasi dapat muncul dari mana saja, dari keadaan di sekitar, dari tumbuhan yang berbaris indah, dari hewan, dan tentu saja dari orang-orang sekitar.

Ada orang-orang yang jadi semangat belajar karena ingin menemukan sesuatu seperti si A. Ada orang-orang yang jadi suka ngoprek karena melihat si B. Ada orang-orang yang jadi gila-gilaan belajar gitar karena gitaris C. Ada banyak orang melakukan sesuatu karena melihat apa yang dilakukan orang lain. Dalam hal ini orang lain itu adalah seorang role model..so?

Role model..mungkin kita berpikir tentang Thomas alfa Edison dengan lampu pijarnya, tentang Soekarno dengan gaya bicara dan pemikirannya, atau tentang David Beckham dengan gaya rambutnya? BUKAN! Bukan hanya mereka dengan hal2 yang mungkin besar melainkan juga kita dengan hal-hal kecil. Bisa saja ada orang yang jadi rajin belajar karena ingin masuk ITB seperti Anda, ada orang yang jadi semangat berolahraga karena ingin menjadi atlet seperti Anda, ada orang yang serius berorganisasi karena ingin terkenal seperti Anda.. trus knapa?

Baik memang, ketika hal-hal yang menginspirasi orang lain itu adalah hal-hal yang baik. Tapi jangan lupa, orang juga dapat termotivasi melakukan hal-hal buruk karena melihat tingkah polah Anda. Bisa aja ada orang yang jadi gila po*n dan gagal kuliah karena tahu itu dari pembicaraan Anda. Bisa aja ada orang yang jadi gamer sampe ga pulang2 karena melihat Anda. Bisa saja ada orang tua yang sedih terkaget mendengar ucapan anaknya yang sekarang penuh dengan binatang karena anak itu looked up to u. Hmm, jadi berat juga ya…

Intinya adalah
–purplopherz:
“Selalu jaga pemikiran, kata-kata ucapan, sikap dalam bertindak dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Karena kadang, sesuatu yang menurut kita sepele atau keciillll banget dapat dianggap sesuatu yang besar dan menjadi pemicu orang lain dalam bertindak. Tanpa kita sadari, pasti ada yang memperhatikan kita dari atas ke bawah, luar dalam. Sekalinya kita salah, maka akan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri.  Pkknya bener2 dipelihara yang namanya BRAIN, BEAUTY, dan BEHAVIOUR =)”

Apalagi jika Anda terkenal, anda supel, anda pejabat, anda presiden, anda menteri, anda sekjen, anda penguasa…With great power comes great responsibilities

mari saling mengingatkan..





Change!!?

29 01 2009

Judul dari post ini mungkin biasa saja. Tetapi yang jelas, judul ini didekap erat oleh 2 buah tanda seru dan sebuah tanda tanya. Mengapa? Karena ada semangat yang menggebu gebu untuk berubah namun selalu ada pertanyaan pada akhirnya, apa itu? Mari kita lihat…

Semangat Berubah

break-the-chain1

Berubah! itulah yang setiap manusia unggul lakukan setiap saat. Selalu memperbaiki diri menghadapi tantangan baru yang ada dalam kehidupan. Menjadi manusia yang memberi manfaat untuk orang lain. Memberi warna pada perubahan-perubahan dalam keluarga. Memberi sumbangsih untuk kemajuan masyarakat. Turut berkeringat untuk jayanya bangsa dan dunia. Inilah semangat dibalik dua tanda seru itu.. lalu pertanyaannya?

Sekalipun paham mengapa harus berubah, seringkali kita tidak berubah. “Ya, saya tahu belajar teratur itu lebih baik daripada belajar kebut semalam, tapi…”, “Saya tahu ngoprek keprofesian bidang saya jauh lebih baik daripada ngegame rame-rame, tapi…”, “Saya tahu diskusi itu lebih baik daripada karaoke rame rame, tapi..” Jadi sekalipun seseorang tahu dan paham akan mana yang lebih baik daripada yang lain, belum tentu dia akan berubah.

Tanya?

Lalu apa yang sebenarnya dapat mengubah seseorang? Kita sering melihat orang-orang yang pada awalnya sangat santai dengan hidupnya tiba-tiba menjadi serius dan visioner, wanita-wanita yang tiba-tiba berjilbab, atau orang-orang yang pada awalnya workaholic kemudian menjadi cinta keluarga. Apa yang sebenarnya dapat mengubah seseorang? Apa yang sesungguhnya membuat seseorang berubah? Sebuah ketukan lembut dalam hatikah??

…I felt it…





Marka atau batas?

25 01 2009

rubber-orange-field-marker-game-cone-28-inchesJalan raya yang baru saja dibuat biasanya masih polos, tidak ada tanda sama sekali. Kita yang menggunakan, harus ekstra hati-hati.
Ketika diberi tanda pada jalan tersebut, maka paling tidak ada dua cara orang memandang. Cara pertama adalah seseorang akan melihat tanda tersebut sebagai petunjuk yang akan membimbingnya di jalan itu agar tidak keluar jalur dan celaka. Cara kedua adalah seseorang akan melihat tanda itu sebagai pembatas yang mengkungkung kebebasannya..
Mana yang Anda pilih?

Tentu saja berlaku bebaslah di jalan itu tapi jangan sampai keluar jalur dan celaka..berlaku bebaslah di jalan itu selama kita masih berada pada petunjuk2 yang benar..

Begitu pula dalam kehidupan. Sebagai manusia Indonesia yang beragama, kita semua telah memiliki marka dan petunjuk dalam hidup. Mungkin saja ada orang yang tidak setuju dengan hal ini. Dengan analogi seperti di atas kita dapat lebih memahami orang-orang yang berseberangan pendapat. Mungkin saja orang-orang yang tidak setuju itu melihat marka kehidupan sebagai pembatas kebebasannya. Bagaimana dengan kita?

Tentu saja marka tidak serta merta mengikat kebebasan hidup. Marka ada agar kita mampu menjalani kehidupan dengan baik dan benar terhindar dari celaka. Jadi, bebaslah berkehidupan selama berada dalam petunjuk kehidupan itu sendiri…

;terinspirasi setelah melihat tayangan Mario Teguh Golden Ways





Tukang Martabak Kaya Raya

16 01 2009

Malam itu…

dalam perjalanan menuju tempat seorang sahabat di tengah sibuknya pengerjaan hardware sistem mikrokontroler,,

ada tukang martabak yang berjualan sendirian. Beli martabak dulu ahh..

Dibuatlah martabak manis keju yang nikmat…martabak-manis

Membuka obrolan..

“Sendirian Mas?” (jarang-jarang tukang martabak jualan sendirian)

“Ngga, bertiga”

“Lho kok?”

“Kan ada Saya, Situ, dan Yang Nyiptain…”

Subhanallah,, langsung termenung dan berpikir…

Tukang Martabaknya Kaya, paling ngga kaya hati..





Dunia dan…

16 01 2009

Jadi inget pas mau SPMB

Masjid SMA 3 jadi rameee banget waktu istirahat siang, banyak yang sholat dhuha..

Hari Senin dan Kamis jadi spesial karena banyak temen puasa..

Gitu juga kajian-kajian kelas jadi serius banget, banyak banget yang merhatiin..

Ini berlanjut juga di kuliah,,

Ada yang puasa nazar soalnya mata kuliah “ini” dapet A

Sholat jadi semangat karena mau ujian

Tahajud jadi rajin karena ada keinginan tertentu.

Mungkin hal ini juga terjadi di masyarakat pada umumnya

ibadah jadi rajin karena ingin  naik pangkat

Astaghfirullah

Ko’ akhirat seolah-olah menjadi jalan untuk mencapai dunia ya?

Apa ujungnya cuma di dunia aja?

Apa setelah dunia itu tercapai kita terpuaskan?

Apakah Allah akan ridla dengan kehidupan kita yang seperti ini?

Untuk apa sebenarnya ibadah kita?

Bukankah seharusnya kita menuju akhirat yang secara otomatis memaksa kita mencapai dunia…

It’s probably complicated but surely worth to think about

It’s now, for our entire life

Fiuhh





Lilin dan Teko

7 01 2009

Contribute!!

Di tengah susahnya rakyat ini,  ada secercah harap pada generasi muda.

Di tengah gelapnya masa depan bangsa, ada sebongkah cita pada mahasiswa.

Di tengah hancurnya kemandirian bangsa, ada setitik asa perjuangan pada pundak jiwa muda..

Memberilah seperti lilin yang menerangi lingkungannya, menghangatkan sekitarnya.

Lihatlah indahnya usaha sebatang lilin berjuang bagi lingkungannya. Selamanya?…

Tapi benarkah selamanya? Bukankah suatu saat lilin akan habis sejalan dengan kiprahnya menyinari lingkungan? Ya tentu saja, ternyata lilin berkontribusi sambil menghancurkan dirinya sendiri.

Sebuah pelajaran.. Dalam semangat berkontribusi harus selalu ada mekanisme aktif untuk me-recharge diri kita, semangat kita sehingga tidak habis dengan kontribusi yang dilakukan.

poci

Lihatlah sebuah teko, ia juga memberi. Ia juga berbagi kepada lingkungannya, tetapi ia paham ia hanya bisa memberi seletah ia punya sesuatu untuk diberi, begitu seterusnya.

Jadi,,

Contribute! and empower urself!!





Hukuman materi?..alistik?

4 12 2008

Hei kawan, kita telah sepakat untuk bersama.

Kita semua tahu kita seperti ini hanya karena kita punya tujuan bersama.

Ayo kita susun langkah bersama untuk mencapai tujuan kita.

sebagai salah satu metode, mari kita bentuk peraturan-peraturan untuk sama-sama menjaga diri kita agar kesatuan kita utuh. Agar setiap pihak mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif, agar kebersamaan ini sinergis dan dinamis, tidak destruktif dan sia-sia.

Isi peraturannya, setiap ini harus begini begitu, pada kegiatannya harus ini dan itu, setiap publikasi harus ini dan itu, rapat pun demikian ga boleh ini dan itu. Ok, peraturan sudah siap.

Kemudian kita pahami bahwa peraturan ga kuat kalo g ada sanksi. Setiap yang melanggar ini harus itu, yang melanggar ini-2 harus itu-2, yang melanggar ini-3 harus itu-3, ini-n harus itu-n..sampai yang melanggar ini-u harus bayar itu-u sejumlah-u untuk setiap -u…UuUuuu

Ada yang bilang kalo keberatan dengan sanksi, yaa jangan ngelanggar. Hm ya iyalah masa’ ya iya donk. It;s obvoius and obviously it’s not the problem. Some other people said that rules shape mindset, but it’s not only rules that does that, punishment does too. That’s why it’s not only rules that’s important, the defining of punishment is also important..

Bukan cuma peraturan yang harus ditentukan dengan serius penuh pertimbangan, tetapi juga sanksi yang ditentukan harus penuh dengan pertimbangan dan pemikiran .Kenapa? Karena keduanya membentuk mindset.

Kembali ke harus bayar UuuUuU, maka bisa diperkirakan sesorang akan melakukan sesuatu untuk uang, materi, dsb. Ini sangatlah berbahaya, kenapa? karena sekali lagi banyak hal yang tidak kita sadari memengaruhi kita, bahkan membentuk pola pikir kita (silakan baca tulisan sebelumnya http://tmroffi.wordpress.com/2008/11/29/pendidikan-materi/)

Sanksi ini akan membuat jera hanya jika uang menjadi benar-benar berharga bagi seseorang. Ini adalah ketidakadilan ekonomi. Hanya akan terasa jera bagi kalangan ekonomi tertentu, bagi yang lainnya, jumlah yang sama, tidak berasa. Lain halnya ketika dilakukan sistem progressif yang menyesuaikan pada keadaan setiap individu. Namun tetap saja, sistem ini masih membentuk pola pikir materialistik.

Hmmm… semoga tangan-tangan ini tidak turut serta mencipta sifat-sifat menuhankan materi dan uang yang mungkin menjelma menjadi koruptor-koruptor dan maling perusak bangsa. Ingin rasanya tangan-tangan ini membentuk sifat-sifat yang membangun bangsa dan negara, SOLUTIF! walau kecil mulai saat ini.





Pendidikan materi?

29 11 2008

Seseorang mencuri, membunuh, korupsi, menyuap mungkin karena banyak alasan. Tidak salah ketika orang mengira penjahat-penjahat itu jahat karena butuh uang. Seseorang mencuri ayam karena tidak punya uang untuk makan. Seseorang menjadi maling karena butuh untuk bayar kontrakan. Seseorang merampok karena butuh uang untuk membayar sekolah anaknya.08-01-17_money8

Tapi lihatlah koruptor-koruptor dan penjahat besar lainnya, apa mereka butuh uang? Atau sekadar rakus, menumpuk harta? Atau memang bagi mereka uang adalah segalanya? Hmm.. Orang tua adalah gerbang pertama pendidikan bagi seorang manusia, mereka adalah ‘initial light’ yang merasuk dalam hati seseorang. Mereka adalah nada indah pertama yang didengar seseorang. Begitu berikutnya, perlakuan orang tualah yang menjadi pembentuk sifat, sikap, dan watak seorang manusia.

Suatu hari, seorang ibu kesulitan menyuruh anaknya yang berusia SD makan. Ia seolah-olah kehabisan akal dan tak tahu harus berbuat apa lagi. Terlintas sebuah ide dalam benaknya…. “Nak, kalau kamu makan nanti uang jajanmu Ibu tambah. Makan ya!”. Sang anak tahu dengan uang bisa membeli banyak jajanan spontan menyanggupi dan makan. Akhirnya ini menjadi jurus pamungkas sang ibu menghadapai anaknya. Tak sekadar makan, tapi juga lainnya belajar, tidur, dsb.

Sesaat ini adalah solusi tetapi benarkah demikian? Bisa jadi ini adalah cikal bakal pemikiran uang adalah segalanya. Kausa prima sang anak dalam berbuat adalah uang. Bisa jadi ini adalah materi pendidikan materialistis. Pendidikan yang dibentuk berdasarkan ke”butuh”an, kerakusan akan materi-uang. Uang adalah segalanya. Sang anak akan tumbuh menjadi seseorang, kekuasaannya akan bertambah, kebutuhannya pun demikian. Mungkin kelak menjadi orang yang terlalu haus dengan uang hingga segalanya untuk uang,

When you see the youngsters…

Look deep inside

You’ll see the nation future….





Selamat Buat Teman-teman

25 11 2008

“My beloved EL-81 friends,

Selamat buat Rekan kita yang telah berhasil menunjukkan prestasinya sehingga berhasil menjadi pimpinan di perusahaan2. Dari data yang ada tercatat sebagai berikut :

1. Fadzri : Direktur JBRO dan National Corporate Service Indosat
2. Syakieb : Direktur Regional Indosat
3. Arya Damar : Dirut Astajasa
4. Abu Syukur : Direktur Sales IM2
5. Deni Rudiana : Kadiv Enterprise Telkom
6. Suhono : Direktur di perusahaan Konsultan, dan Asisten Menkominfo
dll.”
(dari blog EL 81>> http://el-81-itb.blogspot.com/)

Kira kira masa emas kita siapa aja Ya?
Jadi apa aja ya?
Mungkin nanti kita yang saling berucap selamat ketika kita memimpin Indonesia dan dunia!
Amiin…





Aduh?..No way!

24 11 2008

Aduh! sakit banget hati gw denger omongan dia!
Aduh! kesel banget gw sama Pa Ini!
Aduh! Perut gw sakit!
Aduh! Laporan masih menumpuk!

Aduh seringkali menjadi kata-kata yang mewarnai kesulitan dalam hari-hari kita.. Aduh adalah ungkapan kekesalan, penyesalan, sakit hati dsb dsb. Lalu, apa pentingnya? Apa ya kira-kira perlunya?

Hmm, kalo hati gw sakit trus ngomomng aduh..tetep aja sakit hati
Kalo gw kesel trus ngomong aduh..tetep aja kesel
Kalo perut gw sakit trus ngomong aduh..tetep aja perut sakit
Kalo laporan belum beres dan gw ngomong aduh..ga akan selesai tu laporan

Di sisi lain, kalo ada orang yang denger
kayanya dia akan ikut merasa terbebani dengan masalah yang di’aduh’i
kayanya dia akan melihat kita sebagai org yang cups, lemah kalo terus2an mengaduh

Mengeluh tidak pernah menjadi solusi, hanya hiasan tak manfaat nan menyulitkan.
Ntahlah penting atau nggga, tapi kata-kata itu seringkali merupakan perwujudan dari apa yang ada dalam pikiran, perwujudan dari watak seseorang…apalagi kalo kata-kata itu keluar dengan spontan. Jangan-jangan seringnya mengeluh menunjukkan watak sebenarnya diri kita..ups, Rof!
Ketika ada masalah, seringkali masalah utama mungkin bukanlah masalah itu sendiri, tapi pada penyikapan kita akan masalah awal. Maksudnya respon kita akan masalah itulah yang menjadi penting (analisa rise time, settling time, time constan , overshoot, halah). Apakah kita akan mengeluh dulu menyulitkan orang lain? Atau segera menyelesaikan masalahnya?

Sakit hati? Cobalah sabar, lihat dari sisi dia, berprasangka baiklah, mungkin dia lagi bermasalah, ambil positifnya bwat memperbaiki diri. Kritikan gratis jarang2 ada lho
Sakit perut? Ya ke wc-lah..atau minum obat

Hindari kesia-siaan!
It’s clear, obvious, and easy. Think big, start small, act now!

Jadi, stand n fight! (ala Yoka) dan aduh?..no way!





Es Jeruk

1 11 2008

Alkisah,

malam itu malam terakhir hearing calon ketua himpunan mahasiswa elektroteknik 2008-2009. Pertanyaan-pertanyaan terlontar sampai mulai memasuki jam bodoh ala ‘MC’. Kami ingin setiap cakahim menghibur kami! Terserah bagaimana caranya

Walah, apa lagi ni? Bingung, pusing, udah capek, jadilah ini yang keluar:

Ada seorang pemuda yang baru mengenal seorang gadis. Mereka janjian untuk makan malam di sebuah restoran. Pemuda ini istimewa karena dianugrahi kekhususan dalam berucap R (no offense). Dia pun merencanakan untuk makan nasi goreng. Biar ga tengsin sama si gadis, dia berlatih keras berucap nasi goreng..”nasi goweng, nasi gohrheng, nasi gorreng, nasi goreng”, berhasil!

Malam yang dinanti pun tiba, pemuda itu dengan penuh percaya diri menemui sang gadis. Mereka duduk di sebuah meja dengan suasana yang sangaat romantis. “Mau pesan apa mas?” kata pelayan resto. Pemuda itu dengan yakin menjawab “saya nasi goreng”. Wiss, lancar banget. Pemuda itu senyum sumringah. “Minumnya?” lanjut sang pelayan, “Oh, biasa…” timpal pemuda “ES JEWUK”…

??? Lucu ga ya?

Mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan lelucon ini, sungguh tidak bermaksud merendahkan..peace…





Alhamdulillah, Allahu Akbar!

31 10 2008

Segala puji hanya bagi Allah
Tuhanku

Sungguh berat berkata
Allah adalah Tuhanku

dalam setiap detik yang diberi
sungguh sedikit
sangat sedikit
untuk-Nya

tapi biarlah manusia yang lemah ini berusaha
tapi biarlah manusia yang hina ini berharap
tapi biarlah manusia yang kotor ini mencoba

bersyukur dan bersabar
meyakini
dengan sepenuh hati
segala yang terjadi adalah yang terbaik

Allah Maha Besar
tak ada ujian yang sesulit itu
tak ada amanah yang sebesar itu
tak ada laporan yang sebanyak itu

karena selalu ada yakin
Allah Yang Maha Besar
Allah Yang Maha Menguasai segala hal
Allah Yang Menggerakkan tiap hati
dalam diri ini, semoga…





Youth Pledge

28 10 2008

In the almost ending night, it’s a nice thing to grasp a rememberance on this nation history.

The youth pledge:

Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.

A union of youngsters, a union of hands, a union of hearts, a union of a nation. A union of Indonesia. May all the hardwork done be blessed.

Today is not a start neither an end. It’s up to us what will today be. I want it always be glorious, I want it be meaningful, I want it be a golden era of Indonesia.

Unite our hands, unite our hearts, unite our dreams and make the best era for Indonesia!